Sebagai bentuk kelanjutan dari program pembinaan santri yang menyeluruh, ALMUFASI melalui Penanggung Jawab Bidang Bahasa menyelenggarakan Program Hafalan Matan. Program ini dirancang untuk memperkuat kualitas teoritis bahasa Arab para santri, serta menumbuhkan kedisiplinan ilmiah yang menjadi ciri khas ulama-ulama terdahulu.
Diselenggarakan setelah berakhirnya Daurah Tahfidz Musim Panas, program ini merupakan langkah konkret dalam menghidupkan kembali tradisi ilmiah klasik, yang menempatkan hafalan matan sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu. Dengan demikian, program ini selaras dengan visi besar ALMUFASI, yaitu “mencetak ulama berkepribadian Islam dan berkarakter pemimpin”, serta menjadi bagian dari strategi menyiapkan santri menghadapi tantangan akademik di lembaga seperti Universitas Al-Azhar.
Menghidupkan Dua Matan Pokok: Alfiyah dan Amsilah Tasrifiyah
Dalam program ini, santri diberikan keleluasaan untuk memilih satu dari dua matan inti:
Matan Alfiyah Ibnu Malik – Sebuah karya agung yang merangkum hampir seluruh kaidah nahwu dalam seribu bait. Hafalan Alfiyah bukan sekadar hafalan teknis, tapi merupakan pintu masuk menuju pemahaman mendalam atas teks-teks Arab klasik. Banyak ulama besar memulainya dari sini, dan masih digunakan di berbagai universitas dunia Islam hingga hari ini.
Matan Amsilah Tasrifiyah – Matan yang lebih ringkas, namun sangat penting dalam mengokohkan penguasaan ilmu sharaf. Hafalan Amsilah membiasakan santri dalam bentuk-bentuk perubahan kata kerja, isim, dan struktur bahasa Arab yang menjadi fondasi awal dalam membaca dan memahami teks dengan tepat.
Pemilihan dua matan ini didasarkan pada kebutuhan aktual santri ALMUFASI, khususnya dalam menghadapi studi formal di Al-Azhar dan dalam membaca kitab-kitab turats.
Teknis Pelaksanaan
Santri dikelompokkan berdasarkan pilihan matan—Alfiyah atau Amsilah Tasrifiyah. Pengelompokan ini bersifat fleksibel dan bebas dipilih sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Setiap sesi harian dimulai dengan murojaah bersama bait yang telah dihafalkan, dilanjutkan dengan talqin hafalan baru oleh penanggung jawab kelompok. para peserta melakukan setoran individu setelah di talqin kepada penanggung jawab kelompok.
Target harian: 2 bait (bisa lebih sesuai kemampuan).
Target mingguan: 10 bait (atau lebih bagi yang mampu).
Penanggung jawab dari Bidang Bahasa bertugas untuk menyimak, membenahi, dan mencatat progres hafalan, sekaligus memberikan motivasi dan pengarahan bagi peserta.
Lebih dari Sekadar Hafalan
Hafalan matan bukan hanya metode mengingat, melainkan tradisi keilmuan warisan ulama. Matan-matan itu ibarat peta jalan yang membantu santri mengarungi samudra ilmu dengan arah yang jelas. Hafalan yang kokoh akan menjadi bekal dalam berargumentasi ilmiah, menghadapi ujian lisan, serta menjadi modal kuat dalam memahami kitab-kitab keilmuan klasik.
Melalui Program Hafalan Matan ALMUFASI, kami berharap santri dapat mengasah ketajaman nalar, kedisiplinan akademik, serta menghidupkan kembali tradisi ilmiah Islam yang berpadu antara hafalan, pemahaman, dan akhlak.




